Selasa, 17 Januari 2017


Dipenghunjung tahun 2016  tanpa disangka adalah  tahun yang berharga untuk saya. Tanggal 22 November 2016, dengan menggunakan pesawat Lion Air saya dan 14 teman saya yang lain terbang ke daerah Sulawsi tepatnya kota Makassar untuk menjalankan program pertukaran pelajar. Sebelum saya menginjakkan kaki di Kota tersebut, ada proses seleksi ketat karena Mengikuti proram pertukaran pelajar ke beberapa daerah yang ada di Indonesia adalah program yang banyak diminati oleh mahasiswa dari Universitas Djuanda Bogor. Program tersebut adalah SAKTI (Sistem Alih Kredit melalui Teknologi Informasi). Karena program ini terbatas untuk beberapa orang saja dan juga cukup bergengsi maka tentu saja setiap peminat harus punya persiapan yang matang untuk memenangkan seleksi penyisihan.  Dan akhirnya saya dan 14 teman saya lainnya Alhamdulillah menjadi DUTA PROGRAM SAKTI Universitas Djuanda Bogor.


            Selama 2 jam penerbangan akhirnya, kami sampai di bandara Hasanuddin Makassar. Terlihat beberapa dosen telah menunggu kedatangan kami, meraka menyambut kami dengan senyuman yang ramah, kami berharap kami akan mendapatkan pelajaran yang sangat berharga selama kami melaksanakan program ini. Selama kurang lebih 30 hari kami akan menimba ilmu sebanyak-banyaknya di STKIP Mega Rezky Makassar. Ini adalah salah perguruan tinggi ilmu pendidikan yang ada di kota Makassar.
Sebelum kami diantar ke tempat tinggal kami selama di sana, kami diajak makan siang terlebih dahulu, kami diajak mencicipi makanan yang sangat terkenal di kota Makassar ini yaitu coto Makassar. Setelah itu kami langsung diajak ketempat tinggal kami di daerah Antang. Fasislitas yang kami terima sengat memuaskan dengan satu rumah beserta isinya yang sangat bagus sampai mereka memastikan bahwa kami akan merasa aman dan nyaman selama tinggal di sini karena ada beberapa mahasiswi STKIP Mega Rezky yang akan menemani kami selama disana, sehingga kami tidak akan mengalami kesulitan.
Hari pertama kita di kampus Mega Rezky Makassar kami disambut dengan sangat ramah dan hangat. Mereka melakukan penyambutan dengan munyuguhkan tarian daerah yang dinamakan tari Paduppa. Melihat penyambutan yang begitu mengesankan kami sangat berbangga hati bisa belajar dikampus ini. Terlihat keramahan mahasiswanya, kewibawaan para dosennya, dan keakraban yang terjalin dalam keluarga besar kampus Mega Rezky Makassar.
Ini adalah moment dimana dosen kami dari kampus Universitas Djuanda Bogor memberikan bentuk kenang-kengan kepada pihak STKIP Mega Rezky Makassar. Momen ini pun menjadi simbolis penyerahan mahasiswi dari Universitas Djuanda Bogor dalam program pertukaran pelajar kepada STKIP Mega Rezky Makassar. Kami merasa bangga dapat mewakili kampus kami sebagai DUTA SAKTI dan beharap kami dapat dibimbing dan di arahkan sebagaimana mestinya.
Hari berjalan terus menurus, tak terasa kami mulai terbiasa dengan suasana panas dikota Makassar. Selama di sini kami mendapatkan mata kuliah pokok yang wajib kami ikuti yaitu  pendikakan matematika dan pendidikan inklusi. Dan kami pun diberikan jadwal sarasehan budaya yang mana kegiatan ini mengajarkan kami tengtang kebudayaan yang ada di kota Makassar seperti tarian, lagu, dan bahasa daerah. kita pun di berikan kegiatan olahraga serta pramuka yang biasanya dijadwalkan setiap hari jumat dan sabtu. Makanan-makanan daerah pun selalu diberikan kepada kami Dan tak lupa setiap minggunya kami pun diajak mendatangi tempat-tempat yang bersejarah atau pun yang terkenal di kota Makassar dalam bentuk kegiatan study tour.
Ini adalah fort Roterdam adalah sebuah benteng peninggalan kerajaan Gowa-Tallo. Jika dilihat dari atas benteng ini akan menyerupai seekor penyu, karena itu benteng ini juga dinamakan benteng penyu. Setealah kami melanjutkan perjalanan kami ke benteng Sumba Opu diasana terdapat bangunan rumah-rumah adat yang berada di kepulauan Sulawesi Selatan. Bangunan-bangunan yang sangat menarik beberapa bentuk rumah daerah yang sangat unik, ternyata kekayaan kebudayaan Indonesia itu sangat membanggakan untuk kita masyarakat Indonesia. Disana kami sempat beristirahat dan makan siang dan setelah itu kami melanjutkan perjalanan kami ke pantai tanjung baying yang tidak jauh dari benteng sumba opu yang telah kami kunjungi. Disana kami menghirup udara segar, kami sangat merasa senang bisa belajar sambil berwisata.
Minggu selanjutnya kami mengunjungi suku kajang yang berada di kabupaten Bulukumba. Daerah tersebut dinamakan Tanah Toa yang berarti tanah yang tertua. Hal itu dikarenakan kepercayaan masyarakatnya yang meyakini daerah tersebut sebagai daerah tertua dan pertama kali diciptakan oleh Tuhan dimuka bumi ini. Di kawasan ini kami tidak menemukan satu rumah dinding tembok dan kami pun masuk harus menggunakan pakaian hitam tanpa menggunakan alas kaki itu sudah menjadi keharusan bagi setiap orang yang masuk ke dalam suku tersebut. Hari mulai gelap kami melajutkan perjalanan menuju tempat peristirahatan kami yaitu di penginapan pantai bira yang letaknya tidak jauh dengan daerah suku kajang. Sesampainya disana kami pun langsung beristirat untuk persiapan kegiatan esok hari.
Pagi yang cerah kami semua telah bergegas kepantai bira yang mana kami diberikan sedikit rekreasi merasakn keindahan pantai bira yang berada di daerah bulukumba. Dengan hati ria kami menunggu keindahan matahari terbit agar bisa kami abadikan untuk kenangan-kenangan kami bisa merasakan angin di kepualauan ini. Kami pun tak luput bermain air dengan puas karena keindahan pantai ini berbeda dengan pantai yang pernah kami temui sebelumnya dengan hamparan pasir putih air laut yang begitu biru memukan membuat kami semakin senang bisa menginjakkan kaki di tempat ini. Setelah kami puas bermain air kami pun melanjutkan ke tempat pinishi kapal pesiar, dimana suatu daerah berkerajinan atau memiliki pekerjaan sebagai pembuat kapal-kapal pesiar yang biasa dikirim ke luar daerah bahakan keluar negri. Melihat para pekerja pembuatan kapal pesiar tersebut kami merasa bangga sebagai masyarakat Indonesia yang mampu menciptakan sebuah transpotasi dengan tangan-tangan pekarya. Kami pun bergegas pulang karana study tour kami barakhir di temapat tersebut. Dengar rasa senang kami mengantongi berbagai ilmu yang kami dapat dari sebuah perjalanan kami ke daerah bulukumba tersebut.
Semuanya berlalu begitu cepat. Rasanya baru kemarin aku berangkat ke kota Makassar, untuk kegiatan pertukaran pelajar di STKIP Mega Rezky Makassar yang telah menorehkan pengalaman yang sangat berharga dan ilmu yang sangat banyak. Dan kami pun harus kembali ke Bogor dengan rasa berat hati karena kami akan meninggalkan guru-gru kami selama kami berjuang dikampung orang selama 30 hari ini. Kami merasakan kesedihan yang mendalam karena kami sudah merasakan jalinan kekeluarga yang amat begitu erat, karena keterbukaan tangan mereka dalam membimbing kami, kehangatan kasih sayayang mereka memperhatikan kami membuat kami tak mampu menahan air mata saat  ingin kembali ke bogor. Acara terkhir yaitu perpisahan mahasiswa Universitas Djuanda yang mana dalam kegiatan itu kami mahasiswa dari Djuanda Bogor memberikan sebuah tarian dan menyanyikan beberpa lagu khas Makassar dan Jawa Barat yang mana kami dibekalkan oleh dosen di STKIP Mega Rezky makasar yang tak pernah lelah mengajarkan kami di setiap kegiatan sarasehan budaya.
Berbagai pengalaman menyenangkan dan berharga selama 30 hari. sudah sangat memperkaya hidup kami,. Semoga ke depannya, kami akan menjadi orang-orang yang sukses dalam segala halnya. Kami ucapkan puji syukur kepada Allah SWT yang telah meberikan kami kesehatan selama ini, dan buat semua dosen-dosen kami yang telah mensuport kami kami sangat beriterimaksih dengan kesempatan yang telah diberikan kepada kami. Bagi saya pribadi sekarang saya juga menyadari bahwa ramah dan sopan terhadap siapa saja sangat diperlukan untuk menjadi sukses di kehidupan bermasyarakat dan saya terdorong untuk bangkit dalam mencintai budaya dan negara sendiri serta semakin semangat belajar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar