Dipenghunjung
tahun 2016 tanpa disangka adalah tahun yang berharga untuk saya.
Tanggal 22 November 2016, dengan menggunakan pesawat Lion Air saya dan 14 teman
saya yang lain terbang ke daerah Sulawsi tepatnya kota Makassar untuk
menjalankan program pertukaran pelajar. Sebelum saya menginjakkan kaki di Kota
tersebut, ada proses seleksi ketat karena Mengikuti proram pertukaran pelajar
ke beberapa daerah yang ada di Indonesia adalah program yang banyak diminati
oleh mahasiswa dari Universitas Djuanda Bogor. Program tersebut adalah SAKTI
(Sistem Alih Kredit melalui Teknologi Informasi). Karena program ini terbatas
untuk beberapa orang saja dan juga cukup bergengsi maka tentu saja setiap
peminat harus punya persiapan yang matang untuk memenangkan seleksi penyisihan.
Dan akhirnya saya dan 14 teman saya lainnya Alhamdulillah menjadi DUTA
PROGRAM SAKTI Universitas Djuanda Bogor.

Selama 2 jam penerbangan
akhirnya, kami sampai di bandara Hasanuddin Makassar. Terlihat beberapa dosen
telah menunggu kedatangan kami, meraka menyambut kami dengan senyuman yang
ramah, kami berharap kami akan mendapatkan pelajaran yang sangat berharga
selama kami melaksanakan program ini. Selama kurang lebih 30 hari kami akan
menimba ilmu sebanyak-banyaknya di STKIP Mega Rezky Makassar. Ini adalah salah
perguruan tinggi ilmu pendidikan yang ada di kota Makassar.
Sebelum kami diantar ke tempat tinggal kami
selama di sana, kami diajak makan siang terlebih dahulu, kami diajak mencicipi
makanan yang sangat terkenal di kota Makassar ini yaitu coto Makassar. Setelah
itu kami langsung diajak ketempat tinggal kami di daerah Antang. Fasislitas
yang kami terima sengat memuaskan dengan satu rumah beserta isinya yang sangat
bagus sampai mereka memastikan bahwa kami akan merasa aman dan nyaman selama
tinggal di sini karena ada beberapa mahasiswi STKIP Mega Rezky yang akan
menemani kami selama disana, sehingga kami tidak akan mengalami kesulitan.
Hari pertama kita di kampus Mega Rezky
Makassar kami disambut dengan sangat ramah dan hangat. Mereka melakukan
penyambutan dengan munyuguhkan tarian daerah yang dinamakan tari Paduppa.
Melihat penyambutan yang begitu mengesankan kami sangat berbangga hati bisa
belajar dikampus ini. Terlihat keramahan mahasiswanya, kewibawaan para
dosennya, dan keakraban yang terjalin dalam keluarga besar kampus Mega Rezky
Makassar.
Ini adalah moment
dimana dosen kami dari kampus Universitas Djuanda Bogor memberikan bentuk
kenang-kengan kepada pihak STKIP Mega Rezky Makassar. Momen ini pun menjadi
simbolis penyerahan mahasiswi dari Universitas Djuanda Bogor dalam program
pertukaran pelajar kepada STKIP Mega Rezky Makassar. Kami merasa bangga dapat
mewakili kampus kami sebagai DUTA SAKTI dan beharap kami dapat dibimbing dan di
arahkan sebagaimana mestinya.
Hari berjalan terus
menurus, tak terasa kami mulai terbiasa dengan suasana panas dikota Makassar. Selama
di sini kami mendapatkan mata kuliah pokok yang wajib kami ikuti yaitu pendikakan matematika dan pendidikan inklusi.
Dan kami pun diberikan jadwal sarasehan budaya yang mana kegiatan ini
mengajarkan kami tengtang kebudayaan yang ada di kota Makassar seperti tarian,
lagu, dan bahasa daerah. kita pun di berikan kegiatan olahraga serta pramuka
yang biasanya dijadwalkan setiap hari jumat dan sabtu. Makanan-makanan daerah
pun selalu diberikan kepada kami Dan tak lupa setiap minggunya kami pun diajak
mendatangi tempat-tempat yang bersejarah atau pun yang terkenal di kota
Makassar dalam bentuk kegiatan study tour.
Ini adalah fort Roterdam adalah sebuah benteng
peninggalan kerajaan Gowa-Tallo. Jika dilihat dari atas benteng ini akan menyerupai
seekor penyu, karena itu benteng ini juga dinamakan benteng penyu. Setealah
kami melanjutkan perjalanan kami ke benteng Sumba Opu diasana terdapat bangunan
rumah-rumah adat yang berada di kepulauan Sulawesi Selatan. Bangunan-bangunan
yang sangat menarik beberapa bentuk rumah daerah yang sangat unik, ternyata
kekayaan kebudayaan Indonesia itu sangat membanggakan untuk kita masyarakat
Indonesia. Disana kami sempat beristirahat dan makan siang dan setelah itu kami
melanjutkan perjalanan kami ke pantai tanjung baying yang tidak jauh dari
benteng sumba opu yang telah kami kunjungi. Disana kami menghirup udara segar,
kami sangat merasa senang bisa belajar sambil berwisata.
Minggu selanjutnya
kami mengunjungi suku kajang yang berada di kabupaten Bulukumba. Daerah
tersebut dinamakan Tanah Toa yang berarti tanah yang tertua. Hal itu
dikarenakan kepercayaan masyarakatnya yang meyakini daerah tersebut sebagai
daerah tertua dan pertama kali diciptakan oleh Tuhan dimuka bumi ini. Di
kawasan ini kami tidak menemukan satu rumah dinding tembok dan kami pun masuk
harus menggunakan pakaian hitam tanpa menggunakan alas kaki itu sudah menjadi
keharusan bagi setiap orang yang masuk ke dalam suku tersebut. Hari mulai gelap
kami melajutkan perjalanan menuju tempat peristirahatan kami yaitu di
penginapan pantai bira yang letaknya tidak jauh dengan daerah suku kajang.
Sesampainya disana kami pun langsung beristirat untuk persiapan kegiatan esok
hari.
Pagi yang cerah kami
semua telah bergegas kepantai bira yang mana kami diberikan sedikit rekreasi
merasakn keindahan pantai bira yang berada di daerah bulukumba. Dengan hati ria
kami menunggu keindahan matahari terbit agar bisa kami abadikan untuk
kenangan-kenangan kami bisa merasakan angin di kepualauan ini. Kami pun tak luput
bermain air dengan puas karena keindahan pantai ini berbeda dengan pantai yang
pernah kami temui sebelumnya dengan hamparan pasir putih air laut yang begitu
biru memukan membuat kami semakin senang bisa menginjakkan kaki di tempat ini.
Setelah kami puas bermain air kami pun melanjutkan ke tempat pinishi kapal
pesiar, dimana suatu daerah berkerajinan atau memiliki pekerjaan sebagai
pembuat kapal-kapal pesiar yang biasa dikirim ke luar daerah bahakan keluar
negri. Melihat para pekerja pembuatan kapal pesiar tersebut kami merasa bangga
sebagai masyarakat Indonesia yang mampu menciptakan sebuah transpotasi dengan
tangan-tangan pekarya. Kami pun bergegas pulang karana study tour kami barakhir
di temapat tersebut. Dengar rasa senang kami mengantongi berbagai ilmu yang
kami dapat dari sebuah perjalanan kami ke daerah bulukumba tersebut.
Semuanya berlalu begitu
cepat. Rasanya baru kemarin aku berangkat ke kota Makassar, untuk kegiatan
pertukaran pelajar di STKIP Mega Rezky Makassar yang telah menorehkan
pengalaman yang sangat berharga dan ilmu yang sangat banyak. Dan kami pun harus
kembali ke Bogor dengan rasa berat hati karena kami akan meninggalkan guru-gru
kami selama kami berjuang dikampung orang selama 30 hari ini. Kami merasakan
kesedihan yang mendalam karena kami sudah merasakan jalinan kekeluarga yang amat
begitu erat, karena keterbukaan tangan mereka dalam membimbing kami, kehangatan
kasih sayayang mereka memperhatikan kami membuat kami tak mampu menahan air
mata saat ingin kembali ke bogor. Acara
terkhir yaitu perpisahan mahasiswa Universitas Djuanda yang mana dalam kegiatan
itu kami mahasiswa dari Djuanda Bogor memberikan sebuah tarian dan menyanyikan
beberpa lagu khas Makassar dan Jawa Barat yang mana kami dibekalkan oleh dosen
di STKIP Mega Rezky makasar yang tak pernah lelah mengajarkan kami di setiap
kegiatan sarasehan budaya.

Berbagai pengalaman menyenangkan dan berharga
selama 30 hari. sudah sangat memperkaya hidup kami,. Semoga ke depannya, kami
akan menjadi orang-orang yang sukses dalam segala halnya. Kami ucapkan puji
syukur kepada Allah SWT yang telah meberikan kami kesehatan selama ini, dan
buat semua dosen-dosen kami yang telah mensuport kami kami sangat
beriterimaksih dengan kesempatan yang telah diberikan kepada kami. Bagi saya
pribadi sekarang saya juga menyadari bahwa ramah dan sopan terhadap siapa saja
sangat diperlukan untuk menjadi sukses di kehidupan bermasyarakat dan saya
terdorong untuk bangkit dalam mencintai budaya dan negara sendiri serta semakin
semangat belajar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar